Karena Kamu Adalah Patah Hati Terindahku…

0
171

Isiwaktu.com – Mencintaimu seperti menyimpan luka hari esok. Sejauh apapun aku melangkah, kenangan tentangmu dan hari kemarin tetap hidup di sini, tumbuh dalam ingatan waktu yang basah.

Saat-saat bersamamu adalah irama dari sebuah jalan dengan warna-warni bahagia. Namun, dengan cepat cinta itu pergi, sisakan luka di hati.

Kita memilih berpisah, membagi jarak antara kenangan dan rindu. Kita sepakat untuk saling melupakan, setelah jalan panjang atas nama takdir memaksa kita berpisah di simpangan waktu.

Setahun setelah kita berpisah, aku memilih memaafkan hari itu, juga kenangan yang terus hinggap di kepala. Aku memilih menyimpan luka hari kemarin, karena kamu adalah patah hati terindahku.

Mungkin kita telah berpisah, namun memoar tentangmu akan terus kekal dalam ingatan. Hari-hari yang kembali dari tahun-tahun yang berganti, semua kenangan itu akan terus mekar dengan caranya sendiri. 

Kamu kenangan terindah (Foto: Pixabay.com)

Aku tak bisa membohongi diriku sendiri, apalagi memaksa untuk melupakanmu. Memang aku harus bangkit, move on, namun kamu tetaplah masa lalu dan kenangan terindah.

Biarkan kusimpan rapat-rapat semua kenangan indah itu, di sini, di hati yang pernah kamu lukai demi yang lain.

Mungkin aku bodoh, terus menyimpan kenangan itu dan hari-hari saat cinta adalah doa. Namun aku perlu terluka, agar bisa terus menjaga cinta masa depanku.

Belajar lebih baik (Foto: Pixabay.com)

Cinta adalah sebuah proses penemuan diri kita dalam pribadi orang lain. Kita hanya ditakdirkan berbagi waktu, buka cinta dengan cerita panjang hari tua.

Kita berpisah, itu menyakitkan, namun juga menguatkan. Aku jadi tahu untuk bisa berbenah diri, berdamai dengan keadaan, dan belajar untuk jadi lebih baik.

Hari ini dan esok, kamu akan tetap ada tempat di hatiku, sebagai kenangan hari kemarin. Kenangan yang mengajarkanku untuk bersyukur, membawaku kembali untuk kembali bersyukur dan terus berjuang jadi pribadi yang lebih baik. 

Bahagia (Fotro : Pixabay.com)

Aku bersyukur, bisa mengambil banyak hal dari hubungan yang kandas itu. Aku belajar untuk lebih bahagia, belajar lebih bersyukur.

Terima kasih untuk perpisahan itu, dan semua kenangan yang kita ukir. Kamu akan tetap aku kenang, karena kamu patah hati terindahku.

Berikan Komentar Anda via Facebook

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here